Keanekaragaman tumbuhan sangat besar. Jumlah spesies tumbuhan yang telah dikenal baik oleh manusia tidak kurang dari 2 juta. Tiap spesies menunjukkan variasi yang cukup besar, sehingga secara keseluruhan dunia kehidupan itu memperlihatkan keanekaragaman yang begitu besar. Untuk mempermudah mempelajarinya perlu diciptakan cara yang tepat yaitu klasifikasi. Dari klasifikasi timbullah kelompok-kelompok tumbuhan yang secara umum disebut takson. Karena jumlah takson cukup besar, masing-masing perlu diberi nama untuk mengenal dan membedakannya dari takson yang lain. Kedudukan takson-takson itu berjenjang dan cakupannya ada yang luas, dan ada yang sempit. Dari kata takson kemudian timbul istilah taksonomi yang diartikan sebagai teori dan praktik klasifikasi. Selain taksonomi, juga dikenal istilah sistematika yang berarti kajian tentang keanekargaman tumbuhan. Selain istilah klasifikasi juga dikenal istilah identifikasi. Perbedaannya ialah klasifikasi didasarkan atas pemikiran induktif, sementara identifikasi didasarkan atas pemikiran deduktif.
Herbarium
Pada awalnya banyak spesimen herbarium disimpan di dalam buku sebagai koleksi pribadi tetapi saat ini selain hobies, juga banyak juga menjadikannya sebagai usaha.
Contohnya Herbarium sebagai pembungkus kotak tissue, dll.
Blog,taxonomie van de vrucht, tanaman buah indonesia, taxonomy, business opurtunity fruit, plantation, fruit, cheap, genus, botani, bunga, morfologi fruit, species, таксономии плоды Суматры, 苏门答腊水果的分类, community tanaman langka, gunung salak, morfoogi buah,buah sumatera, Taxonomie von der Frucht des Sumatra,north sumatera university, agriculture faculty, himadita, nursery, pepaya, Manggis cheap, coffea cheap, hewan sumatera langka, langka bisnis tanaman, internet bisnis buah,journal taksonomi
Sunday, June 28, 2009
Saturday, May 23, 2009
Enceng Gondok (Eichhornia crassipes)
Enceng Gondok (Eichhornia crassipes)Sebagai Buffer Alam
Sungai, danau, empang dan situ serta Kali di Indonesia sering dijumpai Eceng gondok atau enceng gondok dengan nama Eichhornia crassipes adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung.
Enceng gondok di beberapa daerah di Indonesia dikenal dengan nama Kelipuk, Ringgak, Ilung-ilung, Tumpe.Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil.
Sekilas tentang Eceng gondok
Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 - 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat mentolerir perubahan yang ektrim dari ketinggian air, laju air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air.[3] Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO). Kandungan garam dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok seperti yang terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika Barat, di mana eceng gondok akan bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada musim kemarau.[sumber wikipedia]
Pembersih Polutan Logam Berat
Dari hasil kajian Dr, Hasim mendapatkan serumpun enceng gondok mampu menyerap timbal (Pb) hingga 96,4 %, dan menyerap besi (Fe) 65,45% dalam kurun waktu 7 hari. Enceng gondok juga mampu menurunka kadar polutan Hg, Zn, dan Cu,Sebab, secara struktur kimia atom Hg, Zn,dan Cu termasuk golongan logam berat bersama PB dan Fe.
Kegunaan lain di Masyarakat
Enceng gondok juga dikenal sebagai pupuk yang ramah lingkungan, selain itu ditangan orang-orang kreatif enceng gondok menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi yang dapat dijadikan penghasilan seperti loundry box, tikar, bantal duduk, kursi anyaman, tas, sandal, keranjang, vas bunga, topi, tali pinggang, dan aksesoris lainnya.
Pembuatannya Mudah
Hanya dengan menjemur batang-batang enceng gondok yang telah dibuang daunnya dibawah sinar matahari. Batang yang sudah kering dianyam menjadi produk kerajinan dalam berbagai bentuk. Apabila dapat dijadikan menjadi benang maka Nilai bisnisnya akan semakin tinggi karena kandungan seratnya juga diduga lebih kuat dan tahan dibandingkan dengan benang yang biasa digunakan.
Sungai, danau, empang dan situ serta Kali di Indonesia sering dijumpai Eceng gondok atau enceng gondok dengan nama Eichhornia crassipes adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung.
Enceng gondok di beberapa daerah di Indonesia dikenal dengan nama Kelipuk, Ringgak, Ilung-ilung, Tumpe.Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil.
Sekilas tentang Eceng gondok
Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 - 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat mentolerir perubahan yang ektrim dari ketinggian air, laju air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air.[3] Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO). Kandungan garam dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok seperti yang terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika Barat, di mana eceng gondok akan bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada musim kemarau.[sumber wikipedia]
Pembersih Polutan Logam Berat
Dari hasil kajian Dr, Hasim mendapatkan serumpun enceng gondok mampu menyerap timbal (Pb) hingga 96,4 %, dan menyerap besi (Fe) 65,45% dalam kurun waktu 7 hari. Enceng gondok juga mampu menurunka kadar polutan Hg, Zn, dan Cu,Sebab, secara struktur kimia atom Hg, Zn,dan Cu termasuk golongan logam berat bersama PB dan Fe.
Kegunaan lain di Masyarakat
Enceng gondok juga dikenal sebagai pupuk yang ramah lingkungan, selain itu ditangan orang-orang kreatif enceng gondok menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi yang dapat dijadikan penghasilan seperti loundry box, tikar, bantal duduk, kursi anyaman, tas, sandal, keranjang, vas bunga, topi, tali pinggang, dan aksesoris lainnya.
Pembuatannya Mudah
Hanya dengan menjemur batang-batang enceng gondok yang telah dibuang daunnya dibawah sinar matahari. Batang yang sudah kering dianyam menjadi produk kerajinan dalam berbagai bentuk. Apabila dapat dijadikan menjadi benang maka Nilai bisnisnya akan semakin tinggi karena kandungan seratnya juga diduga lebih kuat dan tahan dibandingkan dengan benang yang biasa digunakan.
Monday, February 9, 2009
SALAK
SALAK
TAKSONOMI
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Klas : Liliopsida (Monocots)
Subklas : Arecidae
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae (Palmae)
Spesies : Salacca edulis Reinw., S. zalacca (Gaertn. )Voss
Nama lain : Salubi (Batak), sala (Minangkabau), sala (Bugis), hakam (Kalimantan)
Asal-usul : Indonesia
PROFIL TANAMAN
Pohon, tinggi 1-5 m. Berduri, daun menyirip panjang 4-7 m, permukaan atas hijau tua mengilat, permukaan bawah hijau putih abu-abu suram, anak daun panjang 70 cm dan lebar 7,5 cm, tangkai panjang berduri. Bunga malai, berkelamin satu, berumah dua, muncul dari ketiak daun, tandan panjang, rangkaian bunga jantan memanjang dan betina bulat seperti gada dengan w3arna cokelat. Buah bulat samapai piramida, pangkal meruncing ujung runcing tajam, tertutup kulit yang letaknya seperti sissik warna coklat kemerahan, panjang 5-10 cm, diameter 5-8 cm. Daging putih, tertutup selaput transparan, rasa manis kelat atau manis asam, berisi1-3 biji cokelat atau cokelat tua. 0-700 m dpl. Biji, anak
AGROEKOLOGI
0-700 mdpl, curah hujan rata-rata 200-400 mm/bulan (menghendaki iklim basah tetapi dapat juga ditanam di daerah kering asal cukup pengairannya). Karena berakar serabut maka memerlukan air tanah yang dangkal. Tanah gembur, lembab, berdrainase baik. Memerlukan penaung (lamtoro, dadap, albisia). Merupakan tanaman berumah dua, untuk budidaya perbandingan tanaman jantan dan betina adalah 1 : 10.
TAKSONOMI
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Klas : Liliopsida (Monocots)
Subklas : Arecidae
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae (Palmae)
Spesies : Salacca edulis Reinw., S. zalacca (Gaertn. )Voss
Nama lain : Salubi (Batak), sala (Minangkabau), sala (Bugis), hakam (Kalimantan)
Asal-usul : Indonesia
PROFIL TANAMAN
Pohon, tinggi 1-5 m. Berduri, daun menyirip panjang 4-7 m, permukaan atas hijau tua mengilat, permukaan bawah hijau putih abu-abu suram, anak daun panjang 70 cm dan lebar 7,5 cm, tangkai panjang berduri. Bunga malai, berkelamin satu, berumah dua, muncul dari ketiak daun, tandan panjang, rangkaian bunga jantan memanjang dan betina bulat seperti gada dengan w3arna cokelat. Buah bulat samapai piramida, pangkal meruncing ujung runcing tajam, tertutup kulit yang letaknya seperti sissik warna coklat kemerahan, panjang 5-10 cm, diameter 5-8 cm. Daging putih, tertutup selaput transparan, rasa manis kelat atau manis asam, berisi1-3 biji cokelat atau cokelat tua. 0-700 m dpl. Biji, anak
AGROEKOLOGI
0-700 mdpl, curah hujan rata-rata 200-400 mm/bulan (menghendaki iklim basah tetapi dapat juga ditanam di daerah kering asal cukup pengairannya). Karena berakar serabut maka memerlukan air tanah yang dangkal. Tanah gembur, lembab, berdrainase baik. Memerlukan penaung (lamtoro, dadap, albisia). Merupakan tanaman berumah dua, untuk budidaya perbandingan tanaman jantan dan betina adalah 1 : 10.
Tuesday, January 6, 2009
Cara Mengitung Kalibrasi alat semprot (sprayer)
Mengitung Kalibrasi alat semprot (sprayer)
Kalibrasi adalah menghitung/mengukur kebutuhan air suatu alat semprot untuk
luasan areal tertentu. Kalibrasi harus dilakukan pada setiap kali akan melakukan
penyemprotan yang gunanya adalah :
1.Menghindari pemborosan herbisida
2.Memperkecil terjadinya keracunan pada tanaman akibat penumpukan herbisida
3.Memperkecil pencemaran lingkungan.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam melaksanakan
kalibrasi:
1.Siapkan alat semprot yang baik dengan jenis nosel yang sesuai dengan kebutuhan, misalnya nosel polijet warna biru lebar semprotnya 1,5 m
2.Isi tangki alat semprot dengan air bersih sebanyak 2,5 liter - Pompa tangki sebanyak 10-12 kali hingga tekanan udara di dalam tangki cukup penuh
3.Lakukan penyemprotan pada areal yang akan disemprot dengan kecepatan dan tekanan yang sama sampai air 2,5 liter tersebut habis.
4.Ukur panjang areal yang dapat disemprot dengan 2,5 liter air tersebut.
5.Lakukan penyemprotan sebanyak 3 kali dan hitung panjang serta luas
areal yang dapat disernprot seperti contoh berikut.
Panjang dan luasan areal yang dapat disemprot dengan 2,5 liter
menggunakan nosel polijet warna biru.
Ulangan Panjang (m) Luas (m2)
I. 33 49,5
II. 33 49,5
III. 34 51
Rata - rata 33,3 50
Bila luas areal yang akan disemprot adalah 1 hektar (10.000 m2 ), maka
banyaknya air yang dibutuhkan adalah:
Volume air = 10.000 m2 x 2,5 liter air/1,5 mx33,3m
= 10.000 m2 x 2 5 liter air/50 M2
= 500 liter/ha.
Apabila takaran herbisida yang akan digunakan adalah 3 liter (3000 ml) per
hektar maka herbisida yang dibutuhkan untuk 15 liter air pencampur adalah:
Volume herbisida = (15 liter x 3000 ml)/500 liter
= 90 ml herbisida /15 liter air
Kalibrasi adalah menghitung/mengukur kebutuhan air suatu alat semprot untuk
luasan areal tertentu. Kalibrasi harus dilakukan pada setiap kali akan melakukan
penyemprotan yang gunanya adalah :
1.Menghindari pemborosan herbisida
2.Memperkecil terjadinya keracunan pada tanaman akibat penumpukan herbisida
3.Memperkecil pencemaran lingkungan.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam melaksanakan
kalibrasi:
1.Siapkan alat semprot yang baik dengan jenis nosel yang sesuai dengan kebutuhan, misalnya nosel polijet warna biru lebar semprotnya 1,5 m
2.Isi tangki alat semprot dengan air bersih sebanyak 2,5 liter - Pompa tangki sebanyak 10-12 kali hingga tekanan udara di dalam tangki cukup penuh
3.Lakukan penyemprotan pada areal yang akan disemprot dengan kecepatan dan tekanan yang sama sampai air 2,5 liter tersebut habis.
4.Ukur panjang areal yang dapat disemprot dengan 2,5 liter air tersebut.
5.Lakukan penyemprotan sebanyak 3 kali dan hitung panjang serta luas
areal yang dapat disernprot seperti contoh berikut.
Panjang dan luasan areal yang dapat disemprot dengan 2,5 liter
menggunakan nosel polijet warna biru.
Ulangan Panjang (m) Luas (m2)
I. 33 49,5
II. 33 49,5
III. 34 51
Rata - rata 33,3 50
Bila luas areal yang akan disemprot adalah 1 hektar (10.000 m2 ), maka
banyaknya air yang dibutuhkan adalah:
Volume air = 10.000 m2 x 2,5 liter air/1,5 mx33,3m
= 10.000 m2 x 2 5 liter air/50 M2
= 500 liter/ha.
Apabila takaran herbisida yang akan digunakan adalah 3 liter (3000 ml) per
hektar maka herbisida yang dibutuhkan untuk 15 liter air pencampur adalah:
Volume herbisida = (15 liter x 3000 ml)/500 liter
= 90 ml herbisida /15 liter air
Wednesday, December 3, 2008
BAGAIMANA BUDIDAYA IKAN HIAS OSCAR ?
BUDIDAYA IKAN HIAS OSCAR
(Astronatus Ocellatus)
1. PENDAHULUAN
Peluang usaha Ikan saat ini sangat menggiurkan, untuk membudidayakan ikan hias jenis oskar diurakan seperti dibawah ini.
Fhoto ikan oskar dapat dilihat diwebsite berikut http://www.o-fish.com/Spesies/Astronotus.htm
Ikan Oscar merupakan jenis ikan air tawar yang berasal dari sungai Amazone,
Panama, Rio-Paraguay dan Tio-Negro Amerika Selatan, serta sudapat
dikembang-biakan di Indonesia.
Ikan Oscar mempunyai bentuk dan warna yang menarik. Warna badannya
kehitam-hitaman dengan batikan berwarna kuning kemerah-merahan. Tidak
seperti ikan hias lain, ikan oscar memerlukan perlakuan sedikit khusus pada
cara perkembangbiakannya, sehingga ikan Oscar ini termasuk ikan yang
mahal.
II. PEMIJAHAN
1) Pemilihan Induk
a. Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur 1,5 tahun sampai 2
tahun dengan panjang badan 15 cm dan tinggi badan 10 cm serta
berwarna cerah.
b. Seleksi induk dimulai saat ikan Oscar masih remaja (5 ~ 6 bulan), dengan
cara mencampurkan 5 ekor jantan dan 5 ekor betina. Ikan Oscar remaja
ini akan mencari pasangannya sendiri-sendiri. Setelah saling berpasangan
maka kita pisahkan di bak tersendiri sampai menjadi induk.
2) Perbedaan Induk Jantan dan Betina
Induk Jantan Induk Betina
- panjang badan relatif lebih
panjang
- alat kelamin lebih menonjol
- induk yang telah matang
perutnya gendut
- lubang kelamin lebih besar
3) Cara Pemijahan
a. Bak perkawinan terbuat dari semen yang berukuran 1 1/2 x 1 x 0,5m3, diisi
air yang telah diendapkan selama 12 ~ 24 jam setinggi 30 ~ 40 cm.
b. Jika bak perkawinannya luas, dapat disekat.
c. Sepasang induk Oscar yang telah matang telur dimasukkan ke dalam bak.
d. Pada setiap kolom diberi batu ceper yang berwarna gelap dan di atasnya
ditutup sebagian besar agar suasana kolom menjadi teduh.
e. Oscar mengadakan pemijahan siang dan sore hari langsung dibuahi oleh
pejantan.
f. Telur yang berada di atas batu ceper tersebut yang telah dibuahi
diangakat dimasukkan ke dalam aquarium untuk ditetaskan. Aquarium
berukuran 70 x 40 x 40 cm3 diisi air setinggi 10 cm, untuk telur sepasang
induk.
g. Ke dalam aquarium diberi udara (aerasi) dengan kekuatan lemah.
h. Selesai 3 hari biasanya telur-telur mulai menetas.
i. Air diberi campuran emalin atau methylene blue.
3. PEMELIHARAAN BENIH
1) Benih ikan ini sampai berumur 4 hari belum perlu diberi makan, karena
masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sacknya (kuning telur).
2) Pada hari ke 5 benih diberi makanan Rotifera. Pemberian makanan ini tidak
boleh terlambat karena ikan Oscar bersifat kanibal (memangsa sesamanya).
3) Pada hari ke 10 sudah bisa diberi kutu ari yang telah disaring.
4) Setelah berumur 2 minggu benih mulai diberi kutu air tanpa disaring dan
mulai dicoba cacing rambut.
5) Benih sudah dapat dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas setelah
berumur 25 hari.
4. PEMBESARAN
1) Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur 25 hari.
2) Benih yang dihasilkan kira-kira 1000 s/d 3000 ekor untuk satu kali
penetasan.
3) Bak yang digunakan berukuran 2 x 1 x 1 m3, dan diisi air setinggi 20 - 25 cm.
4) Untuk pertama kali pembesaran dapat ditebar kurang lebih 300 ekor ikan.
5) Untuk mengurangi teriknya matahari pada siang hari, di dalam bak diberi
tanaman air seperti eceng gondok dan Hidrilla Verticilata. Untuk mencegah
masuknya air hujan terlalu banyak, pada bagian atas bak ditutup sebagian
dengan seng plastik.
6) Penjerangan dilakukan setelah benih berada di bak selama sebulan dengan
jumlah menjadi 200 ekor
7) Makanan yang diberikan berupa cacng rambut.
8) Setelah ikan berumur 5 ~ 6 bulan, ikan sudah dapat diseleksi untuk dijadikan
induk, makanan yang diberikan diganti dengan udang kali yang masih
segar/hidup, bisa juga diberi udang rebon yang masih segar.
9) Sepasang induk dapat menghasilkan telur 1000 s/d 4000 butir untuk sekali
pemijahan.
5. PENUTUP
Untuk mendapatkan warna yang indah pada ikan Oscar, pemberian makanan
harus mengandung zat kapur (chitine) dimulai sejak kecil, seperti kutu air
(Moina), Rotifera, cacing rambut, Artemia, udang rebon atau udang kali.
Ikan Oscar mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi; untuk ikan yang
berumur 4 bulan (berukuran kurang lebih 6 cm) harganya Rp. 500,00 per ekor,
sedangkan induk Oscar bisa mencapai harga Rp. 50.000,00 per pasang.
Dengan menekuni cara pemeliharaan ikan Oscar ini, dapat menambah
penghasil keluarga.
SUMBER :Dinas Perikanan DKI Jakarta, 1996 (warintek)
(Astronatus Ocellatus)
1. PENDAHULUAN
Peluang usaha Ikan saat ini sangat menggiurkan, untuk membudidayakan ikan hias jenis oskar diurakan seperti dibawah ini.
Fhoto ikan oskar dapat dilihat diwebsite berikut http://www.o-fish.com/Spesies/Astronotus.htm
Ikan Oscar merupakan jenis ikan air tawar yang berasal dari sungai Amazone,
Panama, Rio-Paraguay dan Tio-Negro Amerika Selatan, serta sudapat
dikembang-biakan di Indonesia.
Ikan Oscar mempunyai bentuk dan warna yang menarik. Warna badannya
kehitam-hitaman dengan batikan berwarna kuning kemerah-merahan. Tidak
seperti ikan hias lain, ikan oscar memerlukan perlakuan sedikit khusus pada
cara perkembangbiakannya, sehingga ikan Oscar ini termasuk ikan yang
mahal.
II. PEMIJAHAN
1) Pemilihan Induk
a. Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur 1,5 tahun sampai 2
tahun dengan panjang badan 15 cm dan tinggi badan 10 cm serta
berwarna cerah.
b. Seleksi induk dimulai saat ikan Oscar masih remaja (5 ~ 6 bulan), dengan
cara mencampurkan 5 ekor jantan dan 5 ekor betina. Ikan Oscar remaja
ini akan mencari pasangannya sendiri-sendiri. Setelah saling berpasangan
maka kita pisahkan di bak tersendiri sampai menjadi induk.
2) Perbedaan Induk Jantan dan Betina
Induk Jantan Induk Betina
- panjang badan relatif lebih
panjang
- alat kelamin lebih menonjol
- induk yang telah matang
perutnya gendut
- lubang kelamin lebih besar
3) Cara Pemijahan
a. Bak perkawinan terbuat dari semen yang berukuran 1 1/2 x 1 x 0,5m3, diisi
air yang telah diendapkan selama 12 ~ 24 jam setinggi 30 ~ 40 cm.
b. Jika bak perkawinannya luas, dapat disekat.
c. Sepasang induk Oscar yang telah matang telur dimasukkan ke dalam bak.
d. Pada setiap kolom diberi batu ceper yang berwarna gelap dan di atasnya
ditutup sebagian besar agar suasana kolom menjadi teduh.
e. Oscar mengadakan pemijahan siang dan sore hari langsung dibuahi oleh
pejantan.
f. Telur yang berada di atas batu ceper tersebut yang telah dibuahi
diangakat dimasukkan ke dalam aquarium untuk ditetaskan. Aquarium
berukuran 70 x 40 x 40 cm3 diisi air setinggi 10 cm, untuk telur sepasang
induk.
g. Ke dalam aquarium diberi udara (aerasi) dengan kekuatan lemah.
h. Selesai 3 hari biasanya telur-telur mulai menetas.
i. Air diberi campuran emalin atau methylene blue.
3. PEMELIHARAAN BENIH
1) Benih ikan ini sampai berumur 4 hari belum perlu diberi makan, karena
masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sacknya (kuning telur).
2) Pada hari ke 5 benih diberi makanan Rotifera. Pemberian makanan ini tidak
boleh terlambat karena ikan Oscar bersifat kanibal (memangsa sesamanya).
3) Pada hari ke 10 sudah bisa diberi kutu ari yang telah disaring.
4) Setelah berumur 2 minggu benih mulai diberi kutu air tanpa disaring dan
mulai dicoba cacing rambut.
5) Benih sudah dapat dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas setelah
berumur 25 hari.
4. PEMBESARAN
1) Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur 25 hari.
2) Benih yang dihasilkan kira-kira 1000 s/d 3000 ekor untuk satu kali
penetasan.
3) Bak yang digunakan berukuran 2 x 1 x 1 m3, dan diisi air setinggi 20 - 25 cm.
4) Untuk pertama kali pembesaran dapat ditebar kurang lebih 300 ekor ikan.
5) Untuk mengurangi teriknya matahari pada siang hari, di dalam bak diberi
tanaman air seperti eceng gondok dan Hidrilla Verticilata. Untuk mencegah
masuknya air hujan terlalu banyak, pada bagian atas bak ditutup sebagian
dengan seng plastik.
6) Penjerangan dilakukan setelah benih berada di bak selama sebulan dengan
jumlah menjadi 200 ekor
7) Makanan yang diberikan berupa cacng rambut.
8) Setelah ikan berumur 5 ~ 6 bulan, ikan sudah dapat diseleksi untuk dijadikan
induk, makanan yang diberikan diganti dengan udang kali yang masih
segar/hidup, bisa juga diberi udang rebon yang masih segar.
9) Sepasang induk dapat menghasilkan telur 1000 s/d 4000 butir untuk sekali
pemijahan.
5. PENUTUP
Untuk mendapatkan warna yang indah pada ikan Oscar, pemberian makanan
harus mengandung zat kapur (chitine) dimulai sejak kecil, seperti kutu air
(Moina), Rotifera, cacing rambut, Artemia, udang rebon atau udang kali.
Ikan Oscar mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi; untuk ikan yang
berumur 4 bulan (berukuran kurang lebih 6 cm) harganya Rp. 500,00 per ekor,
sedangkan induk Oscar bisa mencapai harga Rp. 50.000,00 per pasang.
Dengan menekuni cara pemeliharaan ikan Oscar ini, dapat menambah
penghasil keluarga.
SUMBER :Dinas Perikanan DKI Jakarta, 1996 (warintek)
Monday, December 1, 2008
Kegiatan ekstra Mashasiswa Pertanian Usu (Himadita Nursery)




HN (Himadita Nursery) FP USU berdiri pada tanggal 30 oktober 1998. HN sendiri bergerak dalam bidang pembibitan juga dalam penyediaan saprodi pertanian terutama untuk Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. HN sendiri dikelola oleh mahasiswa – mahasiswa Departemen Budidaya Pertanian.
Di HN ada 6 divisi yaitu:
-Divisi MPR (Marketing dan Public Relation)
-Divisi Litbang (Penelitian dan Pengembangan)
-Divisi TPK (Tanaman Perkebunan)
-Divisi BOS (Tanaman Buah, Obat dan Sayur)
-Divisi Tanaman Hias
-Divisi perlengkapan
Pelatihan kewirausahaan di Fakultas pertanian USU (Universitas Sumatera Utara) sudah sering diadakan oleh Himadita Nursery. Setiap Divisi mempunyai tanggungjawab untuk mengupgrade setiap anggotanya dan diharapkan dengan adanya kegiatan mahasaiswa ini mempunyai efek terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat yang menjadi sasaran binaan.
Subscribe to:
Posts (Atom)